Rabu, 24 Februari 2016

Monolog; sebuah catatan...

Festival Dramakala yang berlangsung 24/02, di London School Public Relations kemarin membuatku menyadari bahwa proses begitu berperan dalam hal ini. Sejauh dan seberat apa proses yang telah kau lalui, itu akan menentukan hasil akhir. Berada dalam sebuah panggung pertunjukan sendirian ternyata membutuhkan nyali yang begitu besar, dan nyali itu didapatkan dari proses latihan yang panjang. Dalam proses itu, aku belajar menjadi diriku yang lain di ruang dan dimensi yang lain pula. Hal ini pun sebenarnya juga dipelajari dalam teater. Namun dalam bermonolog, yang lebih ditekankan adalah konsep keaktorannya. Bagiku, membawakan monolog dalam sebuah festival merupakan sebuah pengalaman baru yang tentunya memberikan banyak kesan. Bagaimanapun, mencoba lebih baik daripada menghindar atau menyerah sama sekali. Aku berhasil melaluinya, walaupun hasilnya tidak memuaskan bahkan bisa dibilang penampilan itu adalah penampilan monolog pertama yang terburuk bagiku.  Karena perjalanan untuk menjadi “lebih baik” tidak bisa instan, maka akan selalu ada risiko dan konsekuensi yang menyertai di setiap perjalanan itu. Lagi-lagi, aku harus terus belajar, belajar, dan belajar. Hal inilah yang kutanamkan dalam diriku,  “Cobalah tantangan baru,  kau akan menemukan kenikmatan setelah melewatinya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar