Kamis, 10 Maret 2016

Komitmen PGN di Bawah Kepemimpinan Hendi Prio Santoso

Sejak Hendi Prio Santoso menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang baru, PGN terus melakukan berbagai inovasi. Hendi yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan di PGN dipilih oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) berdasarkan hasil penilaian prestasi kerja yang terbilang cukup bagus.

Di bawah kepemimpinan Hendi, PGN berkomitmen memperluas jaringan sambungan gas rumah tangga. Langkah-langkah yang sudah dijalankan oleh PGN di antaranya adalah dengan melakukan pengembangan jaringan gas yang sumber pendanaannya baik dana investasi, modal, atau kebutuhan lainnya berasal dari PGN sendiri. Hingga saat ini, sudah tercatat lebih dari 100 ribu sambungan rumah tangga menggunakan gas PGN. Wilayah tersebut antara lain di Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, Hendi juga berusaha membangun infrastruktur ke seluruh wilayah dengan membuat seperti jalur atau jalan bagi gas dari ujung Sumatera sampai Bali menggunakan pipa. Ia juga bekerja sama dengan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat itu, dalam menangani masalah bahan bakar gas Bus TransJakarta. Hal tersebut tentunya meningkatkan jumlah penjualan dan pendapatan PGN dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 5,93 Triliun pada tahun 2011. Jumlah tersebut jauh lebih baik dibanding dengan kepemimpinan sebelumnya.

Selain di bidang infrastruktur, komitmen Hendi adalah tidak mentolelir segala bentuk korupsi di perusahaan yang dipimpinnya.  Melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan, Hendi berusaha PGN bebas korupsi. Menurut sumber GeoEnergi, Hendi dinilai paling bersih bahkan cocok menjadi dirut Pertamina. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan kotupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sector pangan, energi, dan pajak menjadi prioritasnya.


Sumber: http://hendipriosantoso.info/
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/06/10415047/Hendi.Prio.Santoso.Harus.Berani.Ambil.Risiko
http://bagaskaraputrawardana.blogspot.co.id/2015/05/kepemimpinan.html
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/609814-siasat-pgn-berantas-korupsi-dan-percaloan

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Terobosan Baru PGN dalam Segmen Rumah Tangga

Setelah Kementerian ESDM secara resmi memberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas bumi pada 11 kabupaten di Indonesia, tentunya membuat jalan PGN semakin terbuka lebar. 11 kabupaten yang telah ada, termasuk Blora, Semarang, Bogor, Cirebon, dan Depok dengan 4.000 sambungan rumah tangga, Jabodetabek 5.234 dengan sambungan rumah tangga dan beberapa wilayah lainnya, hingga kini PGN terus berusaha memperluas jaringan gas bumi dengan sistem sambungan rumah tangga tersebut.

Sebagai satu-satunya perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang dipercayai untuk menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor termasuk rumah tangga, industri, usaha kecil dan menengah, transportasi, pembangkit listrik, hingga segmen komersial besar seperti rumah sakit dan mal. Dari sekian banyak sektor ini, segmen rumah tangga merupakan pelanggan terbesar PGN. Walaupun masih dalam tahap proses, hingga saat ini PGN akan terus menambah pelanggan dari sektor tersebut.

Menurut Hendi Priyo Santoso, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), perusahaan yang tengah dipimpinnya itu tengah menyiapkan beberapa langkah demi menambah pelanggan dari sektor rumah tangga. Salah satunya dengan mengembangkan jaringan gas rumah tangga yang ada secara mandiri. Semua dana investasi dan modal dikeluarkan dari PGN sendiri. Sebelumnya, langkah ini telah dijalankan di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Lebih dari 100.000 jumlah sambungan rumah tangga telah dibangun oleh PGN di wilayah tersebut.  Kedepannya, PGN akan lebih fokus untuk membangun jaringan-jaringan baru di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan gas. Selain cara ini, pensinergian antara PGN dan Kementerian ESDM tentu membukakan jalan yang lebih lebar lagi bagi PGN.


Sumber: http://hendipriosantoso.info/



Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Mengenal Sosok Hendi Priyo Santoso, Dirut PGN yang Baru

Siapa yang tidak mengenal HendiPriyo Santoso? Pria kelahiran Jakarta, 5 Februari 1967 ini ditunjuk oleh Kementerian BUMN menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang baru menggantikan Sutikno. Alumnus BBA Keuangan dan Ekonomi Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat, ini menjadi Direktur Utama PT PGN sejak 13 Juni 2008. Sebelumnya, Hendi pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak 31 Mei 2007.

Pengangkatan Hendi ini berdasarkan hasil penilaian prestasi kerja yang terbilang cukup bagus. Pada tahun 2011, ia berhasil membawa PT PGN dengan kinerja bagus dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 5,93 triliun. Hendi bahkan telah banyak melakukan terobosan, salah satunya membangun infrastruktur ke seluruh wilayah dengan membuat seperti jalur atau jalan bagi gas dari ujung Sumatera sampai Bali lewat pipa.

Bersama Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta saat itu, ia pernah berkerja sama dalam menangani masalah bahan bakar gas Bus TransJakarta. Perusaan BUMN yang dipimpinnya itu saat ini tengah fokus membangun infrastruktur gas bagi sektor transportasi, industri, maupun pembangkit listrik (independent power plant).

Menurut Hendi, ada kiat-kiat yang dibutuhkan sebelum membangun perusahaan. Pertama, visi jangka panjang disertai disiplin yang tinggi; kedua, berani mengambil resiko. Kiat yang pertama dibutuhkan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan sekarang untuk kepentingan pengembangan jangka panjang. Pemanfaatan teknologi harus terus dikembangkan agar lebih efisien dan lebih murah. Sedangkan kiat yang kedua dibutuhkan karena tidak ada yang menjamin pasokan gas dari produsen  sesuai dengan kontrak.


Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/news/2008/06/13/056125342/hendi-prio-santoso-direktur-utama-pgn-yang-baru
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/06/10415047/Hendi.Prio.Santoso.Harus.Berani.Ambil.Risiko
http://www.jakartasatu.com/2014/08/hendi-prio-santoso-dirut-pgn-dinilai-paling-bersih-cocok-jadi-dirut-pertamina/
http://bagaskaraputrawardana.blogspot.co.id/


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Senin, 07 Maret 2016

Hanya dengan Rp 40.000/bulan, Warga Papua bisa Masak Pakai Gas Sepuasnya

Perusahaan Gas Negara (PGN) terus berkomiten memperluas pasokan gas alam ke berbagai daerah, salah satunya gas alam di Papua. Sebanyak 3.898 rumah di Sorong, Papua untuk kali pertama bisa masak sepuasnya pakai gas bumi PGN hanya dengan membayar Rp 40.000 per bulan.

Menurut Bussiness Unit Head Gas Product PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Wahyudi Anas, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 3.898 ke rumah yang ada di 5 kelurahan di Sorong, Papua. Lima kelurahan tersebut tersebar di Kelurahan Malawili. Malawele, Mariat Pantai, Klabinain, dan Aimas. Infrastruktur gas bumi tersebut dibangun oleh Kementerian ESDM, sedangkan PGN ditunjuk untuk mengelola dan mengoperasikan serta menyalurkan gasnya ke rumah tangga.

Adapun konsumsi gas rumah tangga di Sorong, Papua diperkirakan sekitar 5-10 meter per kubik. Dengan konsumsi gas yang sebanyak itu, dengan membayar Rp 40.000 warga sudah bisa masak menggunakan gas 24 jam penuh tanpa perlu khawatir  kehabisan gas. Selain aman, yang tidak kalah penting adalah mama-mama di Papua bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Selain di Sorong, Papua, PGN juga mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan rumah tangga ke lebih 43.337 rumah yang tersebar di 10 daerah lainnya.


Sumber : http://finance.detik.com/read/2016/02/29/184243/3154171/1034/bayar-rp-40000-bulan-mama-di-papua-bisa-masak-sepuasnya-pakai-gas
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/29/202144826/PGN.Salurkan.Gas.ke.Rumah.Tangga.di.Sorong.Papua
http://economy.okezone.com/read/2016/02/29/320/1324042/pertama-kali-warga-papua-masak-pakai-gas-bumi


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

PGN Memasok Gas Bumi ke Rumah Tangga di Sorong Papua

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengembangkan gas alam di Papua dengan memperluas pasokan gas bumi ke berbagai daerah, temasuk di Sorong, Papua.

Terhitung tanggal 29/2/2016, sebanyak 3.898 rumah warga di Sorong dapat memasak menggunakan energi baik berupa gas bumi dari PGN. Wilayah tersebut tersebar di 5 kelurahan, di antaranya Kelurahan Malawili, Malawele, Mariat Pantai, Klabinain, dan Aimas.

Pada acara Business Unit Head Gas Product PGN, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa secara bertahap sebanyak 3.898 rumah akan mendapat pasokan gas bumi dari PGN. Ia juga menambahkan bahwa penyaluran gas rumah di Sorong merupakan penugasan pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 3337 K/12/MEM/2015 tanggal 10 Juli 2015. Adapun untuk pembangunan infrastrukturnya akan dibangun oleh Kementerian ESDM, sedangkan PGN mendapat kepercayaan mengelola, mengoperasikan, serta menyalurkan gas ke rumah-rumah warga.

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan bahwa selain di Sorong, PGN juga mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga di 10 daerah lainnya dengan total 43.337 rumah.

Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, menambahkan, di luar penugasan pemerintah tersebut, hingga Januari 2016, PGN menargetkan bisa menyalurkan gas ke lebih 107.690 rumah tangga di berbagai daerah. Jaringan gas bumi ke lebih 107.690 itu dibangun sendiri oleh PGN tanpa bantuan uang negara atau APBN.


Sumber: 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/02/29/202144826/PGN.Salurkan.Gas.ke.Rumah.Tangga.di.Sorong.Papua
http://finance.detik.com/read/2016/02/29/154638/3153847/1034/pgn-aliri-gas-bumi-ke-3898-rumah-di-sorong



Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Jumat, 04 Maret 2016

Fakta Menarik Thorium

Apakah Thorium?

Thorium adalah unsur dengan no atom 90 yang memiliki sifat radioaktif yang dapat dipakai sebagai bahan reaktor nuklir. Thorium bukanlah inti fisile, jadi untuk dapat menggunakan thorium haruslah memakai uranium. Akan tetapi ini hanya awal untuk memicu reaksi, setelah itu thorium yang disebut inti fertile (subur) dapat membelah dan menghasilkan uranium 233 atau dapat dilakukan penembakan dengan neutron sehingga thorium bisa membelah.

Tahukah Anda?
1. Unsur thorium ditemukan pada tahun 1828 dan namanya diambil dari kata Thor, nama Dewa Petir bangsa Viking atau Norseman.
2. Jumlah thorium di kulit bumi lebih banyak sekitar 3 sampai 4 kali lipat dibanding uranium dan berpotensi menjadi energi alternatif masa depan.
3. Dalam pemanfaatan energi alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), kandungan thorium dinilai lebih aman dan ramah lingkungan dibanding uranium.
4. Limbah yang dihasilkan dari thorium 90% lebih sedikit dibanding uranium.
5. Di Indonesia, thorium dapat ditemukan di Bangka Belitung. Menurut BATAN, ada sekitar 121.500 ton cadangan thorium berpotensi menghasilkan energi listrik sebanyak 90 persen.

Walaupun cadangan thorium di Indonesia cukup melimpah namun pemanfaatannya masih sangat jauh. Tak hanya itu, hingga saat ini belum ada satupun negara yang memanfaatkan thorium sebagai energi alternatif jangka panjang. Meski begitu, thorium memiliki nilai yang lebih positif dibandingkan uranium. 

Sumber: 
http://trendtek.republika.co.id/berita/trendtek/batan/16/02/04/o20w3p219-thorium-indonesia-berpotensi-hasilkan-90-persen-energi-listrik
http://www.thoriumpowerindonesia.com/teknologi/sekilas-thorium
http://www.kompasiana.com/bob911/thorium-sebuah-revolusi-energi_559fe2a56023bdfa088b4567


Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi

Potensi Energi Thorium di Indonesia Melimpah

Banyak negara di seluruh dunia mulai mempertimbangkan rencana pengembangan energi alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menggunakan unsur thorium. Terkait hal itu, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah melakukan kajian terhadap jumlah kandungan thorium di alam. Hasilnya, jumlah thorium jauh lebih banyak bahkan 3 sampai 4 kali lipat dibanding uranium.

Di Indonesia sendiri jumlah thorium sangat melimpah. BATAN memperkirakan potensi thorium mencapai 270 ribu ton yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia. Di Pulau Bangka saja, ada sekitar 121 ribu ton cadangan thorium yang tersedia. Potensi energi ini tentunya bisa bermanfaat untuk energi alternatif masa depan. 

Thorium ini digadang-gadang sebagai bahan bakar reaktor nuklir masa depan, bahkan di Indonesia sendiri berpotensi menghasilkan 90% energi listrik. Thorium Indonesia Power juga mengklaim bahwa limbah yang dihasilkan thorium jauh lebih sedikit, bahkan dinilai lebih aman dan lebih bersih dibanding uranium. Meskipun Indonesia mempunyai cadangan thorium yang sangat melimpah, namun sampai saat ini, sumber energi alternatif yang satu ini belum tersentuh dan dimanfaatkan secara maksimal.




Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi